Makin Dini Pacaran Makin Depresi dan Sakit-sakitan
Ditulis Oleh: Nurul Ulfah
Monday, 30 November 2009
Jangan dulu pacaran kalau masih
kecil. Begitu nasihat yang sering disampaikan orangtua pada anaknya yang masih
remaja. Ternyata nasihat orangtua itu didukung oleh peneliti, semakin dini
seseorang menjalin cinta semakin besar risiko sakit hati, depresi bahkan
sakit-sakitan.
Dalam Journal of Pain, peneliti
dari Universite de Montreal, University Hospital Center dan McGill University
menemukan anak remaja yang mulai pacaran sejak usia dini lebih banyak mengalami
sakit kepala, perut dan pinggang. Mereka juga dilaporkan lebih banyak depresi
dibanding rekan seusianya yang belum pernah pacaran.
Dr Isabelle Tremblay, seorang peneliti dari Universite de Montreal serta Dr
Michael Sullivan, seorang profesor psikolog dari McGill University telah
melakukan studi untuk mengetahui pengaruh menjalin hubungan sejak dini terhadap
kesehatan seseorang.
Sebanyak 382 pelajar remaja berumur rata-rata 12 hingga 17 tahun di Kanada
direkrut sebagai partisipan penelitian. Mereka diminta untuk mengisi kuesioner
tentang frekuensi dan intensitas mengalami gangguan emosi serta fisik dan juga
usia awal mengenal cinta.
Hasilnya yaitu, seseorang yang mengenal cinta lebih dini cenderung menjadi
pribadi yang rapuh, sakit-sakitan, merasa tidak aman dan mudah depresi. "Gejala
itu berkembang dari sejak masih kanak-kanak, lalu remaja dan akhirnya ketika
dewasa," ujar Sullivan seperti dilansir Sciencedaily,
Kamis (26/11/2009).
Peneliti belum sepenuhnya mengerti mengapa hal itu bisa terjadi. Namun,
kesimpulan yang dinyatakan peneliti adalah, seseorang yang menjalin hubungan
sejak dini, contohnya remaja, akan memiliki alarm rasa sakit yang lebih tinggi,
terutama jika remaja itu menjalin hubungan yang buruk dengan pasangannya.
"Mereka punya kecenderungan tingkat rasa sakit yang lebih mendalam. Mereka
benar-benar meresapi perasaan buruk seperti sedih atau kesal karena secara
psikologi mereka sudah mengenalnya ketika berhubungan dengan
pasangannya,"jelas Sullivan.
Tapi akibat terlalu mendalami perasaan sedih dan emosional itu adalah depresi
dan penyakit lainnya. "Karena terlalu sedih atau marah, perasan depresi
pun bisa muncul. Akibatnya mereka jadi tidak mau makan, kurang tidur atau tidak
mau melakukan apa-apa. Dari situlah muncul penyakit-penyakit seperti pusing,
sakit perut dan lainnya," jelas Sullivan.
Mereka yang mengenal cinta dan mengalami masalah dalam berhubungan dengan
pasangan lebih dulu memiliki pandangan yang lebih serius dan sikap yang lebih
tertutup. Hal itu memicu perasaan stres dan penyakit fisik lainnya.
Sementara itu, mereka yang belum menjalin cinta pada usia dini cenderung lebih
ekspresif dan lebih banyak bersosialisasi dengan yang teman-teman lainnya
sebagai bentuk mencari dukungan pada saat mereka sedih atau tidak ada masalah.