Empati PDF Print E-mail
Penilaian User: / 1
TerburukTerbaik 
Ditulis Oleh: Andy F. Noya   
Monday, 02 November 2009
ImageSuatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat sajidikawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudahberkemas. Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetapmelayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak.

Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada yang menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai danada pula yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan. Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari kehari. Selama ini hal tersebut luput dari perhatian saya.

Jujur saja, jika menemani anak-anak makan di restoran cepat saji seperti ini, saya tidak terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara ada dan tiada. Mereka ada jika saya membutuhkan bantuan dan mereka serasa tiada jikasaya terlalu asyik menyantap makanan.

Namun malam itu saya bisa melihat sesuatu yang selama ini seakan tak terlihat. Saya melihat bagaimana pelayan restoran itu membersihkan sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-biasa saja. Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati saya yangmelihat, pemandangan tersebut menjadi istimewa. Melihat tumpukan sisa makan di atas salah satu meja yang sedangdibersihkan, saya bertanya-tanya dalam hati: siapa sebenarnya yangbaru saja bersantap di meja itu? Kalau dilihat dari sisa-sisa makananyang berserakan, tampaknya rombongan yang cukup besar. Tetapi yangmenarik perhatian saya adalah bagaimana rombongan itu meninggalkan sampah bekas makanan. Sungguh pemandangan yang menjijikan. Tulang-tulang ayam berserakan diatas meja. Padahal ada kotak-kotak karton yang bisa dijadikan tempatsampah. Nasi di sana-sini. Belum lagi di bawah kolong meja juga kotor olehtumpahan remah-remah. Mungkin rombongan itu membawa anak-anak. Meja tersebut bagaikan ladang pembantaian. Tulang belulang berserakan. Saya tidak habis pikir bagaimana mereka begitu tega meninggalkan sampah berserakan seperti itu. Tak terpikir oleh mereka betapa sisa-sisa makanan yang menjijikan itu harus dibersihkan oleh seseorang, walau dia seorang pelayan sekalipun.

Sejak malam itu saya mengambil keputusan untuk membuang sendiri sisa makanan jika bersantap di restoran semacam itu. Saya juga meminta anak-anak melakukan hal yang sama. Awalnya tidak mudah. Sebelum ini saya juga pernah melakukannya. Tetapi perbuatan saya itu justru menjadi bahan tertawaan teman-teman. Saya dibilang sok kebarat-baratan. Sok menunjukkan pernah keluar negeri. Sebab di banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika, sudah jamak pelanggan membuang sendiri sisa makanan ke tong sampah. Pelayan terbatas karena tenaga kerja mahal.

Sebenarnya tidak terlalu sulit membersihkan sisa-sisa makanan kita. Tinggal meringkas lalu membuangnya di tempat sampah. Cuma butuh beberapa menit. Sebuah perbuatan kecil. Tetapi jika semua orangmelakukannya, artinya akan besar sekali bagi para pelayan restoran.

Saya pernah membaca sebuah buku tentang perbuatan kecil yang punya arti besar. Termasuk kisah seorang bapak yang mengajak anaknya untuk membersihkan sampah di sebuah tanah kosong di kompleks rumah mereka.Karena setiap hari warga kompleks melihat sang bapak dan anaknya membersihkan sampah di situ, lama-lama mereka malu hati untuk membuangsampah disitu. Belakangan seluruh warga bahkan tergerak untuk mengikuti jejak sang bapak itu dan ujung-ujungnya lingkungan perumahan menjadi bersih dan sehat. Padahal tidak ada satu kata pun dari bapak tersebut. Tidak ada slogan,umbul-umbul, apalagi spanduk atau baliho. Dia hanya memberikan keteladanan. Keteladanan kecil yang berdampak besar.

Saya juga pernah membaca cerita tentang kekuatan senyum. Jika saja setiap orang memberi senyum kepada paling sedikit satu orang yang dijumpainya hari itu, maka dampaknya akan luar biasa. Orang yang mendapat senyum akan merasa bahagia. Dia lalu akan tersenyum pada orang lain yang dijumpainya. Begitu seterusnya, sehingga senyum tadi meluas kepada banyak orang. Padahal asal mulanya hanya dari satu orang yang tersenyum.

Terilhami oleh sebuah cerita di sebuah buku "Chicken Soup", saya kerap membayar karcis tol bagi mobil di belakang saya. Tidak perduli siapa di belakang. Sebab dari cerita di buku itu, orang di belakang saya pasti akan merasa mendapat kejutan. Kejutan yang menyenangkan. Jika hari itu dia bahagia, maka harinya yang indah akan membuat dia menyebarkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang yang dia temui hari itu. Saya berharap virus itu dapat menyebar ke banyak orang. Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang Anda puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada orang-orang di sekitarnya.

Anak saya yang di SD selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkankata "terima kasih" saat petugas jalan tol memberikan karcis dan uang kembalian. Menurut dia, kata "terima kasih" merupakan "magic words" yang akan membuat orang lain senang. Begitu juga kata "tolong" ketika kita meminta bantuan orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita.

Dulu saya sering marah jika ada angkutan umum, misalnya bus, mikrolet, bajaj, atau angkot seenaknya menyerobot mobil saya. Sampai suatu hari istri saya mengingatkan bahwa saya harus berempati pada mereka. Para supir kendaraan umum itu harus berjuang untuk mengejar setoran."Sementara kamu kan tidak mengejar setoran?'' Nasihat itu diperoleh istri saya dari sebuah tulisan almarhum Romo Mangunwijaya. Sejak saat itu, jika ada kendaraan umum yang menyerobot seenak udelnya, saya segera teringat nasihat istri tersebut. Saya membayangkan, alangkah indahnya hidup kita jika kita dapat membuat orang lain bahagia. Alangkah menyenangkannya jika kita bisa berempati pada perasaan orang lain.

Betapa bahagianya jika kita menyadari dengan membuang sisa makanankita di restoran cepat saji, kita sudah meringankan pekerjaan pelayan restoran. Begitu juga dengan tidak membuang karcis tol begitu saja setelah membayar, kita sudah meringankan beban petugas kebersihan. Dengan tidak membuang permen karet sembarangan, kita sudah menghindari orang dari perasaan kesal karena sepatu atau celananya lengket kena permen karet. Kita sering mengaku bangsa yang berbudaya tinggi tetapi berapa banyak di antara kita yang ketika berada di tempat-tempat publik, ketika membuka pintu, menahannya sebentar dan menoleh kebelakang untukberjaga-jaga apakah ada orang lain di belakang kita? Saya pribadi sering melihat orang yang membuka pintu lalu melepaskannya begitu saja tanpa perduli orang di belakangnya terbentur oleh pintu tersebut.

Jika kita mau, banyak hal kecil bisa kita lakukan. Hal yang tidak memberatkan kita tetapi besar artinya bagi orang lain. Mulailah dari hal-hal kecil-kecil. Mulailah dari diri Anda lebih dulu. Mulailah sekarang juga...!!!

 

By : Andy F. Noya

Terakhir Diperbaharui ( Monday, 02 November 2009 )
 
< Sebelum   Berikut >
Advertisement
 
 

Kirim Berita/Artikel ?

Mau kirim artikel/berita?
Siapa saja boleh mengirim warta atau artikel yang informatif
Silakahkan login terlebih dahulu..
Klik YOUR BLOG di user menu
Tunggu apa lagi? Mari berbagi informasi
pada sesama..
Caranya gampang...di USER MENU, klik YOUR BLOG, lalu di menu yang muncul..klik CREATE BLOG..isikan judul(title), lalu pilih kategori yg sesuai..
Gampang kali..lagiiie...
Buat my dear students..yang ingin ngirim tugas..caranya : login terlebih dahulu...di User Menu pilih kategori KIRIM TUGAS...

Link Situs

 

Syndicate

smakmoer

Image
Lima mahasiswa aktivis dengan membawa bantuan datang ke sebuah desa miskin. Mereka membagi-bagikan pakaian bekas, sarung, baju, pakaian wanita yang semuanya pernah dipakai itu diterima dengan senang hati oleh masyarakat desa itu.Setelah rombongan mahasiswa itu hendak pulang, bukan hanya lambaian tangan yang mencerminkan rasa terima kasih masyarakat desa itu, bahkan pandangan mata mereka ketika hendak melepas tamu-tamu yang baik hati itu menggambarkan rasa syukur yang sangat dalam. Seorang mahasiswa dalam mobil itu menangis seakan-akan tak kuasa menahan rasa haru.

Yang lagi online

Anda Pengunjung ke:

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini158
mod_vvisit_counterKemarin148
mod_vvisit_counterMinggu ini610
mod_vvisit_counterBulan ini1301
mod_vvisit_counterTotal73325

Jejak Pendapat

Menurut Anda artikel jenis apa yang harus ditingkatkan..?
 


Kirim Komentar/Pesan

AJAX Contact Form

 

 

Who's Offline

We have 593 member offline
smakmoer adek_08 aki soek_rhie andie vinnie maharani paulus_dillon marsya viora wily rozi eri hendra dewiku lina Agus heru noevan LENY sasa ani rahayu_novita febri_saputra allankhasogi lanni Ryo fitone nando candra dipo mail van FRENGKI Unitio Chandra Asnanda mirna DINNA riche imel yuni atma dona wawan silvia poels shaiful charlie vivi SANTI desi adhie SYAFRIYANTO ariza antoni soep 2073073 arie elsi erirahma val_i candra gunawan surya nindy armayulianti r.daeng arif lopez boss79 anto704 almust verdie henny bos3ko aan idar alya Ilham MiMi matiew kori fitri muhartono cecep83 mojo sillyboy tri_xzx junai diana okahontas a.riyaldi patasac kyuciki_byakuya yunee waluyo Erna ira hasbx yetti masnananks TETI mfaizraihan Vitria_Gusni nella_novita zhar l4g1b3t3 Anto_sug garenk02 jabreque Asyifa eka okta arifwahyutoro hensatriani bu pun su aan82 oti Rna rioe arriose scient yadie damararya scarlet ortiz theredlinez ariesmada uchien Rockafella Tommy supriamin bebey ris bintang diah haris munandar Deckmit wibowo Rea kangwisnu ibnusyam gusrak Amir hu543in dhieatika wak sup abil ade luikman pandialang nina avicena rinofreak gabriel aja elsa andrie_cr7 gilang ikmal hendragtoloh aifit mantrisunat hudikurniawanto kamalkatjo Gegana arwend saintnet najzura noey elia aatmadja reni Dirty JUANDA Novhya NDRO krist annisa_89 ari IRMA_WATI hardi_tm titho barongsay maulboriq febriboyz Indry reynhard richa.aurora insanmacho Sichi ulie raisa fera jamila mahadewi 2083097 ijun arf FITRAH michael kholiq cahil ie_ta kekekwalang ried trisna Sany eva pongel Razia Tri Purwono JHON oscar onebatosai elharawy hamsunah adhykabayu lita aza hasnah lenisukma guntoro denias hanifa fitriani setya ningsih hartadhi d1ssa robinhood Eko Ozy lanti yona noer aderia hanna rotua TRI MULATO yuni cute nistria_nirianti wisman iwan dedysaputra ecka rochaksiadi lenisyasmira primadona lisa_diana rizalzulmi nicky arsa adi antoni wulandari edy leoni tri astria tri alluph ROBY fadilah mustika anri MangTang khairun JUIANA yagyu72 GHITA ITA CUTE hndra Firmanto bobby hartono nickesmv ratna JULIANA fahrulli herli reski chrizzzz star86 bibot jhon marsius fiyan dika Siti adil mizatul athan debi Ibah aleczand dsnd fitrie88 junaidi akbid KhemasSlamet ina dravajik ima rokiah susi vieta leonie nidiaekadewi adink hazairin Ricky Ketty Syahputra boy yan Debby lisnawati anangdr cipto dani avan yose rozali anez Delly ferry dodol ervina elwani zaki Deddy yd_lavendra ismail nur_cholis Waziah JURAIDA Mulia Cyber rio boy_yat aerodive dhodho yayan MEDYA jhonri Shandy henrytedi putra suparbak M.Rizal didi_s NILA adiwibowoyudopranoto salmi anda Lya tya_chemoet youhilman ita fatkoer salim87 lira MERSI dewi NINDI juliandi Maya Sari mardiana sitorus nanda irawan zailani amik alterman nickb choky170 ruell wahjoew josi EKA DEWI suherianto akhy intangallery novia dekaderiz andrevai momo shzm andi irwandi Warneri liyre putri yudi indra irawan prasetya james hendra26 oktaf desi febrianti united7 yuyun imanpro bobby sopingi TAMI batoosay samamin emanizer herlambang chuya fauzani mujiana stif satudua aryasw09 massawi kerta45 hendri iwan_puterabatam mr_sunnyday robby_ya satrio07 clairdechugi keren Yolan hermiza dsukarsa ana ramayanti Nanda ihwan_ herysqoe niel4 wiwiet hendra2684 rieni vanz.mohek johannasirin jatiardias komeng ijal2121 athutz abdulhamid543@gmail.com arif_bp040 sidoen massolo linda benny ashary sugeng Haekal Rika adri Icha Rico dede dedy reny masdewi Azmi dme_aris L2la maulina riantika liza umu FAJAR HADIANTO apriani.dona jeck firdaus yani ridho kurniawan Ius Ayu RIA elvi oktaviani Pratama city Putri Damayanti iand Nurul Wanda PUTRI ANDASARI RIKA RIANTI chichi Yesica juwita via dena Dawolo Nia Vie_nda Mita yaw byuaja amoy sani win mustafa mon ijus ismailcs icas Guntur dandan ida Permana wahyue Maz Jaka Tya devi aiey anton AJI ijal Sukini delimar rini_amik novi nita Wisnu nur syafri moena beti haney vixion_88@ymail.com Esy Prawaty Sitepu nurvitasari itok edo yuliana may azizon pebri Hartati Hadhie Rahmadhani siti fevinda KHAIRANI asma dewi ega Asmi tetehulan daniel wiwi Ek@ $ NATAWIJAYA linia Hamidah Evi RIKKI rahim rean saroni dedye beni ribka fitriani_fifn parman IIM IRMA widia yanti sugihartini GULI khaya RAM agus_IIA melyana amel EVA PITRIANI leni RICE rahel winarti Nia paramitha 2093083 auniest Karolina nainggolan ajay ELA rizal fau ika dewie David Chandra irawan akuntasi lama suriani ferrycupu aliev fadly depanke sai blue snow8721 megawulan_sari@yahoo.com rendra Unlimited haryadi mukhlis iqbal_473 sularno qyend vicktor6 kalpataru herianto kahfi elman muttaqin monggursilalahi

Kunjungan Anggota

muttaqin - 27.10.11 jam03:00 
elman - 26.10.11 jam10:51 
kahfi - 28.03.11 jam09:28 
herianto - 03.03.11 jam22:20 
haryadi - 11.02.11 jam08:54 
vicktor6 - 20.01.11 jam11:30 
qyend - 27.12.10 jam14:03 
sularno - 08.11.10 jam22:18 
iqbal_473 - 03.11.10 jam12:16 
rendra - 11.10.10 jam22:07 

Chat Roulette Network - Get your own chat and join our network in seconds for FREE!