Aturan
umum menegosiasi gaji adalah: Jangan bicarakan gaji sampai kemudian Anda sudah
mendapat kejelasan bahwa Anda-lah kandidat yang diharapkan (atau merupakan
salah satu dari sedikit yang terpilih). Idealnya pembicaraan terkait gaji baru bisa dilakukan jika pelamar kerja sudah
tahu betul dia mau ditempatkan di posisi mana, dan apa saja tanggungjawabnya.
Tapi tak jarang employer merasa perlu menghemat waktu mereka dengan melakukan
penyaringan sejak dini.
Anda tentunya menginginkan gaji yang lebih besar ketimbang yang sudah Anda
terima sekarang. Untuk itu, ketika ditanya tentang riwayat gaji, sebaiknya Anda
benar-benar sudah tahu berapakah yang sebetulnya Anda sudah dapatkan sekarang.
kami pertegas lagi: Pastikan Anda tahu berapa banyak sebenarnya benefit yang
Anda peroleh. Hal ini penting karena banyak orang yang tidak tahu. Meskipun
semua orang bisa nyebutkan berapa penghasilan per bulannya, tetapi banyak yangg
lupa memperhitungkan penghasilan tahunan, termasuk juga kompensasi non-gaji
seperti tunjangan kesehatan, bonus, bagi hasil, dana pensiun, training
pengembangan diri, dan yang lainnya. Padahal hal2 seperti itu saja sudah bisa
menambah sampai 25 persen atau lebih dari gaji pokok Anda.
Pertanyaan terkait gaji ini memang terkesan seperti sebuah perangkap. Anda
tentu tidak berharap permintaan gaji Anda dianggap terlalu tinggi atau terlalu
rendah. Klo terlalu tinggi, kredibilitas Anda bisa rusak, kerja keras Anda
sampai dengan wawancara bisa dimentahkan. Sementara kalau terlalu rendah, bukan
cuma maksud untuk tingkatkan standar hidup terbatalkan, itu malah bisa jadi
cerminan kurangnya rasa percaya diri, rendahnya self esteem dan ketidakmampuan
untuk menilai harga kompetensi diri.
Lantas bagaimana? Seperti yang kami sampaikan di awal, jangan berikan jawaban gamblang
di awal. Anda harus membuat perusahaan melihat dulu performa Anda melalui tes
wawancara, sehingga dia bisa melihat kelayakan “harga” Anda. Tujuannya adalah
agar Anda bisa mengambil waktu sebanyak mungkin untuk membuat kesan sebaik yang
Anda bisa berikan sebelum pembicaraan tentang gaji dimulai. Ini tidak ada beda
dengan salesperson yang sedang berusaha menjual produknya. Harga baru biasanya
akan disebut ketika seluruh fitur dan benefit dari produk telah tuntas
dibicarakan. Membicarakan harga sebelum fitur dan benefit diungkap bukanlah
cara menjual yang bagus. Sama saja, itu pun bukan cara menegosiasi gaji yang
bagus. Anda harus presentasikan dulu keahlian dan wawasan Anda, serta bagaimana
Anda bisa menguntungkan perusahaan sebelum bicarakan tentang gaji.
Setahu kami tidak ada kasus di mana pelamar kerja ditolak gara2 dia belum
menyebutkan dengan jelas berapa gaji yang dia minta di surat lamaran. yang
biasanya ada adalah kasus pelamar ditolak karena sejak awal dia sudah
menyebutkan permintaan gaji yang tidak cocok untuk perusahaan pemberi kerja.
Meskipun begitu, memang bisa jadi Anda akan menemui skenario tidak ideal. Ini
adalah kondisi di mana Anda sudah ditanya berapa gaji yang diminta sejak awal
interview, sebelum Anda sempat meyakinkan pewawancara bahwa Andalah kandidat
terbaik, atau sebelum Anda punya gambaran terkait tanggung jawab yang akan
diemban di posisi yang Anda incar.
Nah, dalam skenario situasi semacam ini, hal terbaik yang bisa Anda lakukan
adalah memberikan respon pengalih pembicaraan untuk mengulur waktu. Mengapa?
Sekali lagi, supaya Anda bisa mencari info terkait posisi yang Anda incar, dan
supaya Anda miliki lebih banyak waktu untuk menjual terlebih dahulu pengalaman
dan kapabilitas Anda.
Pertanyaan: Berapa gaji yang Anda harapkan untuk posisi ini?
“Mohon maaf, Pak. Karena kami masih belum ada gambaran yang jelas terkait
bagaimana posisi ini, maka sebenarnya cukup susah bagi kami untuk menyebutkan
angka. kami berharap Bapak berkenan untuk terlebih dahulu memberi kami gambaran
dari posisi ini, dan juga rentang gaji yang sudah ditetapkan di perusahaan.
Berdasarkan pengalaman kami, nama jabatan yang sama atau identik di perusahaan
satu dan yang lain sebenarnya tidaklah benar2 mengartikan kesamaan. Sehingga untuk
bisa menyebut angka, kami rasa kami perlu tahu terlebih dahulu bagaimana
deskripsi tanggung jawab & pekerjaan dari posisi ini.”
jika anda tetap di sedak menyebutkan angka, tidak masalah, sebutkanlah angka
yang anda inginkan(do your research, please). Ini agar pewancara tidak malah
menganggap Anda ini merepotkan dan kurang komunikatif.
“Dengan lingkup tanggung jawab yang hendak kami emban, kami pikir kami
layak untuk dihargai dengan standar gaji tertinggi yang masih bisa diterima
oleh sebagian besar perusahaan, yakni dalam kisaran ___ hingga ___ juta rupiah.”
Pertanyaan: Berapa gaji Anda sekarang? Bagaimana riwayat gaji Anda?
“kami bisa pahami bila Bapak ingin tahu tentang informasi tsb, dan tentu
saja, kami amat tidak keberatan untuk menyampaikannya. Namun rasanya akan lebih
nyaman bagi kami bila Bapak berkenan untuk memberi kami kesempatan utk terlebih
dahulu menjelaskan bagaimana tanggungjawab dari posisi kami sekarang, dan
setelah itu menanyakan kpd Bapak terkait bagaimana bentuk tanggungjawab dari posisi
yang kami tuju di sini. Hal ini kami pikir bisa membantu untuk melihat apakah
kedua posisi tersebut benar2 bisa dibandingkan dari segi salary dan benefit.”