| Mengatasi Rasa Takut Berbicara di Depan Umum |
|
|
|
| Ditulis Oleh: Administrator | |
| Thursday, 28 May 2009 | |
Apa yang Anda rasakan sesaat
sebelum tampil melakukan presentasi di depan umum? Apakah telapak tangan Anda
berkeringat, kerongkongan kering dan tercekat, wajah memerah, suara bergetar,
jantung berdebar, dan perut mulas? Penderitaan semacam ini tak hanya Anda alami
saat berbicara di hadapan ratusan orang yang tidak Anda kenal, tetapi juga saat
rapat bersama rekan-rekan Anda sendiri.Pada saat itu, Anda sebenarnya
sedang mengalami sindrom tidak percaya diri. Penyebabnya, entah karena Anda
memang tidak terbiasa berbicara di depan umum, atau tidak siap tampil. Hal ini
tak hanya dialami oleh Anda yang baru pertama kali menjadi pembicara.
Bahkan orang yang sudah sering tampil sebagai public speaker pun
masih sering mengalaminya. Mengapa hal itu bisa terjadi? Bisa karena
belum mempersiapkan diri dengan materi, bisa pula karena tidak
tahu siapa hadirin yang dihadapi. Membangun kepercayaan diri Menurut Alexander Sriewijono,
psikolog yang juga pendiri TALK-inc, School for TV Presenter-MC, seorang
pembicara yang sukses selalu tahu cara membangkitkan kepercayaan dalam dirinya,
sebaik ia tahu cara membawakan pidato atau presentasinya. Apalah artinya kata-kata yang
hebat apabila tidak disertai keyakinan pada saat menyampaikannya. Untuk membangun kepercayaan diri,
ada tiga strategi yang dapat dilakukan: Mengembangkan sikap matang, yang terdiri atas tiga
hal: 1. Kecerdasan emosional, yaitu kemampuan untuk mengendalikan emosi dan rasa
takut yang muncul dalam dirinya, dan menjadikan emosi itu sebagai pemacu
untuk bertindak sesuai tujuan yang ingin dicapai. 2. Tampilkan kematangan usia, sehingga Anda dapat menyampaikan
gagasan dan perasaannya secara dewasa, asertif, dan profesional. Artinya,
Anda tidak berbicara seperti remaja, menggunakan gaya bahasa remaja (kecuali
saat berbicara di forum remaja), atau berpikir dangkal seperti remaja yang
belum mampu berpikir kritis. 3. Membangun gambaran yang positif terhadap diri
sendiri. Penilaian orang lain terhadap diri kita (impression) sering
mempengaruhi penilaian kita tentang diri sendiri (self-image).
Penilaian yang buruk membuat kita jadi rendah diri. Bagi orang yang memiliki
penghargaan diri (self-esteem) yang rendah, penilaian orang lain
terhadap dirinya membuat ia menjadi terpuruk. Inilah mengapa kita cemas atau
takut tidak tampil bagus, takut ditertawakan, takut salah, dan seterusnya. Kendalikan
penghambat kepercayaan diri Anda, yang umumnya ada tiga
hal: 1. Cara berpikir negatif terhadap diri sendiri, seperti
perasaan tidak siap tampil di depan umum, tidak menguasai topik, takut
dikritik, takut presentasinya akan mengecewakan, tidak tahu apa yang harus
disampaikan, dan lain-lain. Jelas bukan hadirin yang membuat Anda tidak percaya
diri, melainkan pikiran negatif Anda sendiri. 2. Nyatakan perasaan atau pikiran Anda dengan lebih
spesifik, apakah sedih, takut, kecewa, kesepian, dan sebagainya; bukannya
"saya merasa kacau". Ketika mengekspresikan perasaan marah, jelaskan dulu
perilaku spesifik yang tidak Anda sukai, lalu perasaan Anda sendiri. Atau bila ada perasaan
ganda mengenai sesuatu, sampaikan dengan jelas. Misalnya, "Saya punya
perasaan ganda tentang apa yang baru Anda lakukan. Saya senang dan berterima
kasih Anda telah membantu saya menjelaskan masalah, tapi saya tidak suka
diinterupsi ketika belum selesai berbicara." Penggunaan kata
"Saya" atau "Saya merasa" akan membantu Anda
mengekspresikan perasaan yang sulit tanpa menyerang harga diri lawan bicara. 3. Cara Anda menempatkan diri yang terlalu rendah atau terlalu tinggi di
hadapan orang lain. Pembicara yang memandang dirinya lebih dari orang lain
tidak dapat menciptakan atmosfer yang positif dalam suatu presentasi. Ia
berbicara terus-menerus, mendominasi percakapan, dan tidak memberikan
kesempatan pada hadirin untuk mengungkapkan gagasan, sehingga komunikasi
berlangsung satu arah. Sebaiknya, pembicara yang merasa dirinya lebih rendah
daripada hadirin cenderung tidak tegas ketika menyampaikan suatu pesan yang
harus diwujudkan dalam tindakan. Ia membiarkan hadirin mendebat argumentasinya
tanpa hasrat kuat untuk mempertahankannya. Ketika hadirin asyik berbicara
sendiri, ia tidak berani memperingatkannya. Atasi rasa takut Anda. Anda bisa membiarkan rasa takut menguasai pikiran,
atau justru menggunakannya untuk membuat latihan berbicara yang maksimal. Ada beberapa tips yang
bisa Anda lakukan sebelum menyampaikan presentasi: · Atur nafas sampai merasa tenang. · Buat jeda beberapa saat sebelum memulai pidato. · Yakini bahwa tanda-tanda kecemasan fisik itu tak terlihat. · Jangan biarkan hadiri mengetahui kegugupan Anda, apalagi meminta maaf
untuknya. · Buatlah persiapan matang sebelum tampil. · Terimalah ketidaksempurnaan. · Jangan terbebani oleh penampilan, fokuslah pada komunikasi. · Jangan membebani pikiran dengan berusaha menghafal isi pidato. · Gunakan alat-alat bantu untuk mengalihkan kecemasan. · Bayangkan diri
Anda tengah memberikan pidato yang bagus dan kuat. |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|
| Modul Kuliah |
| Akuntansi |
| Latihan Dasar Akuntansi |
| Manajemen |
| Ekonomi |
| Forum Diskusi |
| Belajar Berbisnis |