Saya
yakin sebagian besar dari kita pernah menjadi korban serangan virus komputer,
worm, spyware, dan semacamnya. Komputer saya juga pernah dijangkiti virus,
lebih kurang tiga tahun yang lalu di mana virus masih menyebar melalui floppy
disk dan komputer lebih banyak dijalankan dengan floppy disk (bukan harddisk). Sejak menggunakan
harddisk, saya tidak pernah ingat ada virus yang pernah mampir ke komputer
saya. Jadi berbekal pengalaman ini, saya ingin membagikan 10 tips agar anda
tidak menjadi salah satu korban.
1. Update Sistem Operasi
Bukan rahasia, Microsoft Windows merupakan system
operasi yang paling banyak dijangkiti virus. Ini bukan berarti Windows lebih
jelek dari pada sistem operasi yang lain, tapi semata-mata karena Windows
merupakan sistem operasi yang paling banyak dipergunakan orang. Bagi pembuat
virus, ini sasaran empuk, karena tidak susah mencari target.
Microsoft belakangan semakin memperhatikan masalah ini. Terbukti dengan
komitmen Microsoft untuk terus menambahkan fitur-fitur security sebagai patch
atau upgrade versi. Tapi otomatis ini tidak akan menyelesaikan masalah bila
anda tidak menginstall patch tersebut. Kalau anda terhubung ke Internet, anda
bisa mengaktifkan fitur Live Update yang otomatis akan mengupdate sistem
operasi anda secara berkala.
Bila anda tidak punya koneksi Internet, anda bisa mendapatkan kumpulan
update/patch dari Microsoft yang biasanya disebut sebagai Service Pack. Kalau
anda menggunakan Windows XP, sangat disarankan anda menginstall Service Pack
yang kedua (Windows XP SP-2). Di dalamnya banyak sekali fitur security yang
ditambahkan. Di antaranya firewall dan popup blocker untuk Internet Explorer.
Firefox Eats IE
2. Disiplin Saat Browsing Internet
Kalau anda sering connect ke
Internet, sebaiknya jangan gunakan IE (Internet Explorer) versi 6 dan
sebelumnya. Gunakan
Mozilla Firefox atau Opera. Kalau terpaksa pakai IE, pakai versi 7. IE 6 dan
sebelumnya dikenal memiliki banyak lobang dan celah keamanan. Microsoft
termasuk cukup lambat dalam mengupdate browsernya, karena itu celah keamanan
sering dibiarkan terbuka terlalu lama tanpa ditambal. Selain itu seperti alasan
yang dikemukakan sebelumnya, karena IE merupakan browser yang paling banyak
dipergunakan, para hacker juga suka bereksperimen dengan IE.
Hindari pula
berkunjung ke situs-situs underground yang menawarkan barang bajakan atau
pornografi. Situs-situs semacam itu banyak menyertakan virus dan spyware secara
terselubung bersama program-program yang mereka berikan.
Jangan sembarangan download apalagi install program dari sumber yang tidak
jelas. Bila anda butuh suatu program dan anda menemukannya di Internet, namun
pembuatnya tidak cukup terkenal atau bonafide, konsultasikan dulu dengan teman
anda yang lebih mengerti apakah program tersebut cukup aman untuk dipergunakan.
Termasuk jangan suka install toolbar untuk IE, screen saver, dan
program-program tidak jelas lainnya kalau anda tidak paham konsekuensinya.
Firewall
3. Aktifkan Firewall di Jaringan
Kalau komputer anda terkoneksi di
jaringan (LAN di kantor atau Internet), selalu hidupkan firewall. Windows XP
SP-2 sudah menyertakan firewall yang biarpun fungsinya minimal tapi lebih baik
daripada tidak sama sekali. Firewall akan menghalangi akses-akses yang tidak
terotorasi oleh pihak lain. Firewall biasanya cukup ampuh untuk menangkal worm
dan trojan.
Thunderbird
4. Hati-Hati Membuka Email
Email yang kita terima bukan hanya email yang kita harapkan, tapi bisa juga
berupa spam atau junk mail. Biasanya email tersebut berisi iklan penawaran
produk tertentu atau link ke situs-situs tertentu. Tapi tidak jarang pula email
tersebut disertai satu attachment yang berisi satu aplikasi yang bila anda
jalankan akan menjangkiti komputer anda dengan virus.
Pastikan attachment yang anda buka memang anda harapkan. Artinya anda memang
menunggu kiriman sesuatu dari orang yang sudah anda kenal. Sekalipun
pengirimnya sudah anda kenal, kalau ada attachment yang tidak anda minta,
pastikan dulu ke pengirimnya apa isi attachment tersebut. Karena tidak jarang
orang melakukan spoofing, menggunakan nama teman anda untuk mengirimkan virus.
Flashdisk
5. Hati-Hati Saat Membuka Storage
Orang Lain
Saat anda membuka storage orang lain, entah yang removable (CD, DVD, Flashdisk,
Disket, dan lain sebagainya) atau yang fixed (network share atau website),
berhati-hatilah. Bukan tidak mungkin anda menemukan harta karun berupa file
yang sudah terjangkiti virus. Sebisa mungkin jangan berbagi storage. Berbagi
storage = joinan kuman.
6. Pasang AntiVirus dan Anti
Spyware Bila Perlu
Sebenarnya jika anda sudah mengikuti lima tip di atas, anda tidak memerlukan
lagi software antivirus atau anti spyware. Tapi bila anda terpaksa (karena
pekerjaan atau hobi) harus membuka situs-situs underground, terima email-email
gak jelas, atau sharing storage dengan orang lain, sebaiknya anda beri proteksi
tambahan pada komputer anda berupa program antivirus atau anti spyware.
Program-program ini biasanya memang bikin komputer jalan lebih lambat karena
sifatnya yang TSR (Terminate & Stay Resident). Artinya begitu program ini
dijalankan, dia akan tinggal terus di komputer anda untuk memonitor aktivitas
anda. Setiap anda membuka, mengubah, atau meng-copy file, antivirus akan
melakukan checking apakah aktivitas itu legal (memang anda yang melakukan atau
virus yang melakukan). Program juga biasanya akan mengecek database internal
nya untuk melihat adakah gejala-gejala komputer terinfeksi virus.
Kalau tidak mau komputer jadi lambat karena antivirus, coba gunakan antivirus
AVG. Antivirus ini lebih enteng (tidak memakan terlalu banyak sumber daya
komputer) dibanding anti virus lain yang lebih populer macam Norton Anti Virus,
McAfee, Kaspersky, dan Bit Defender. Dan ada versi gratisnya loh. Jangan lupa,
gunakan satu saja program antivirus di komputer anda. Lebih dari satu biasanya
lebih merepotkan dan banyak konflik.
Untuk anti spyware anda bisa gunakan LavaSoft Ad-Aware dan Spybot Search &
Destroy. Gunakan keduanya kalau perlu. Aplikasi anti spyware biasanya hanya
dijalankan on-demand (saat diperlukan), bukan model TSR seperti antivirus.
Jalankan anti spyware anda secara berkala untuk menghilangkan
"mata-mata" dari komputer anda.
Bagaimana Kalau Sudah Terinfeksi?
Keenam tips di atas adalah pencegahan. Bila diikuti, mestinya anda sudah bisa
menggunakan komputer anda dengan aman dan nyaman tanpa takut dihinggapi
virus-virus pengganggu. Tapi kalau anda belum melakukan pencegahan tapi
komputer anda sudah kebobolan bagaimana penyembuhannya? Kalau sudah kebobolan,
biasanya anda sudah tidak bisa menginstall antivirus untuk menyembuhkannya
karena virus sudah cukup cerdik untuk menghalangi anda menginstall software
antivirus.
Computer Technician
7. Minta Tolong Orang Lain
Langkah ini paling gampang, namun butuh biaya tambahan-bila anda minta bantuan
profesional seperti teknisi komputer. Tapi juga agak beresiko. Bukan tidak
mungkin foto-foto atau dokumen pribadi anda disebarkan di Internet oleh pihak
yang tidak bertanggungjawab. Jadi kalau anda tidak punya teman yang bisa
dipercaya, lebih baik anda belajar sendiri "menyembuhkan" komputer
anda. Simak langkah-langkah berikut untuk melakukannya.
Eraser
8. Pembersihan Manual
Kalau anda tahu jenis virus yang
menjangkiti komputer anda, anda bisa mencari informasi lebih lanjut tentang
virus itu dengan bantuan Google. Situs-situs penyedia software anti virus
biasanya juga menyediakan program-program kecil untuk membersihkan virus
tertentu yang populer. Anda bisa mendownload program tersebut (biasanya gratis)
dan membersihkan virus di komputer anda.
Sayangnya, biasanya virus tidak bekerja sendiri, begitu menginfeksi, dia juga
membuka pintu (Trojan) untuk virus-virus yang lain agar masuk. Jadi anda bisa
repot atau menghabiskan banyak waktu untuk membersihkan semua virus. Supaya
praktis, anda bisa baca tips ke-sembilan.
Broom
9. Format dan Install Ulang
Windows
Cara ini cukup efektif. Dengan
format, anda menghapus semua isi harddisk anda, termasuk virus. Setelah format,
anda harus menginstalasikan kembali semua program yang akan anda pergunakan,
termasuk sistem operasi satu per satu.
Tapi hati-hatilah kalau harddisk anda dipartisi. Kalau yang anda format adalah
drive C, sedangkan virus juga berdiam di drive D, setelah anda install Windows,
saat anda akses drive D, Windows anda akan terjangkiti lagi. Formatlah semua
drive yang ada untuk memastikan komputer anda bersih dari virus. Tentunya
selamatkan dulu data anda sebelum melakukannya. Copykan ke flashdisk atau media
lain.
Setelah anda install ulang komputer anda, segera pasang anti virus, lalu
lakukan scanning ke flashdisk tempat anda menyimpan data tadi. Setelah bersih
dari virus, baru copykan lagi data tadi ke komputer anda.
Sebagai tambahan catatan, melakukan. Beberapa orang mengatakan bahwa format
bisa mengurangi umur harddisk atau komputer anda. Itu hanya mitos. Anda bisa
memformat harddisk anda ribuan kali, harddisk anda tidak akan lebih cepat rusak
dibandingkan menulis file ribuan kali juga.
10. Gunakan Sistem Operasi
Alternatif
Bila anda tidak terikat dengan
Windows-entah karena pekerjaan atau memang tidak bisa lepas dari Windows-anda
bisa mencoba menggunakan sistem operasi lain. Kalau kegiatan anda dengan
komputer hanya sebatas browsing Internet, email, membuat dokumen-dokumen Office
dan presentasi, bekerja dengan spreadsheet, dan pekerjaan-pekerjaan umum
lainnya, sebenarnya anda tidak perlu terikat dengan Microsoft Windows. Ada
sangat banyak pilihan sistem operasi yang bisa anda gunakan. Umumnya sistem
operasi lain sangat jarang dijangkiti virus.
UbuntuUntuk para pekerja Office, anda bisa gunakan Ubuntu Linux. Sistem operasi
tersebut gratis dan sangat mudah dipergunakan. Sudah menyertakan paket-paket
standar untuk keperluan browsing Internet, email, dan membuat berbagai macam
dokumen. Ada pula program-program hiburan semacam game, media
player, dan music player.
Mac OS XUntuk para designer, anda mungkin akan tergantung pada
aplikasi-aplikasi grafis yang masih cukup sulit ditemukan di sistem operasi
varian Linux. Anda bisa menggunakan Apple Mac OS X. Aplikasi yang ditawarkan
cukup lengkap, terutama yang berkaitan dengan design dan multimedia. Tapi sistem operasi ini
sifatnya sama seperti Windows, yakni komersil.
Sistem-sistem operasi alternatif di atas bisa membuka file-file umum yang anda
buat di Windows, jadi anda tidak perlu takut pekerjaan anda selama ini hilang.
Sekian dulu tips dari saya, semoga bisa membantu pembaca sekalian. Pertanyaan
atau tambahan bisa disampaikan.
Mungkin Penting buat kita : Jangan gunakan lensa kontak (dr bahan
plastik) saat anda atau saudara anda hadir di pesta BBQ atau sejenisnya
yang berhubungan dengan api... Sebuah kisah nyata mengenai efek lensa
kontak.... Ini terjadi pada seorang pemuda berusia 21 tahun, dia pakai
lensa kontak selama pesta barbecue. Ketika dia sedang memanggang
daging, dia memandangi terus bara api itu. Setelah beberapa detik
kemudian, dia mulai berteriak minta tolong dan meloncat-loncat.
Orang-orang disekitar tidak tahu kenapa.... Saat tiba di rumah sakit,
dokter bilang kalau pemuda itu buta permanen akibat lensa kontak yang
dipakai. Lensa kontak terbuat dari plastik dan hawa panas dari bara api
telah melelehkan lensa kontak tsb. Kalo anda perduli, informasikan ke
teman-2