| Pelajaran dari “Pembantaian Gazza” |
|
|
|
| Ditulis Oleh: Administrator | |
| Saturday, 31 January 2009 | |
Sejak akhir
2008 hingga 20 Januari 2009, umat manusia mendapat pelajaran yang sangat
berharga. Milyaran pasang mata di seluruh dunia berkesempatan menyaksikan
sebuah drama pembantaian manusia oleh pasukan Zionis Dunia pun
berteriak. Dewan Keamanan PBB, Dewan HAM PBB, dan berbagai komunitas
internasional – Muslim dan non-Muslim – mengutuk tindakan Tentu saja kebiadaban semacam ini sudah tersiar ke seluruh penjuru dunia. PBB
sudah mengecam kebiadaban Israel. Umat manusia yang waras dan masih mempunyai
hati nurani pun pasti tersengat hatinya menyaksikan kebiadaban Israel, yang
tiap hari membantai penduduk Gaza. Dalih Israel bahwa serangannya untuk
mempertahankan diri tidak dapat diterima akal sehat. Dewan HAM PBB memutuskan
bahwa Israel telah melakukan pelanggaran HAM massal terhadap warga Palestina. Presiden Majelis Umum PBB, Miguel d’Escoto Brockmann, di Markas PBB
(14/1/2009) menyatakan, PBB bertanggung jawab terhadap kejadian di Timur
Tengah. Karena PBB-lah (melalui resolusi 181 tahun 1947) yang memberi jalan
terbentuknya negara Israel, dengan mengusir penduduk Palestina. ”Warga Palestina
telah diperlakukan tidak manusiawi beberapa dekade terakhir, dan [agresi
Israel] akan membuatnya menjadi lebih buruk,” ujarnya. Dunia sebenarnya sudah
lama tahu tabiat kaum Zionis ini. Seperti biasa, Israel tidak mempedulikan
semua bentuk kecaman, seruan, kutukan, atau resolusi PBB. Bahkan, PM Israel
Ehut Olmert berkata dengan ketus pada PBB, ”Pikirkan urusanmu sendiri.” (Republika,
15/1/2009). Sejak merampas tanah Palestina dan mendirikan negara Yahudi, 14 Mei 1948,
kaum Zionis Israel ini tak henti-hentinya menebar teror dan kekejaman. Pada 10
November 1975, Majelis Umum PBB mengeluarkan Resolusi 3379 (xxx) yang
menyatakan: "Zionisme adalah sebentuk rasisme dan diskriminasi
rasial." Tahun 1955, Indonesia memelopori Konferensi Asia-Afrika,
yang salah satu jiwa pokoknya jiwa anti-Zionisme. Mantan Dr. Israel Shahak,
cendekiawan Yahudi, dalam bukunya, Jewish History, Jewish Religion (1994)
menulis: “In my view,
Berburu
militan Apa yang dilakukan
Zionis Yahudi saat ini di Jadi, menurut Perburuan terhadap Hamas pun sudah berlangsung lama. Karena tidak berhasil
melumpuhkan Hamas, maka Israel dengan dukungan AS makin kalap saja. Apalagi
setelah Bush mendapat hadiah lemparan sepatu dari wartawan Irak, al-Zaidi. Pada
22 Maret 2005, Syekh Ahmad Yassin, pemimpin Hamas, tewas dirudal oleh helikopter
Israel. Hanya untuk membunuh seorang kakek yang lumpuh sekujur tubuhnya, Israel
harus menggunakan senjata pemusnah massal semacam itu. Sebulan kemudian, Sabtu,
17 April 2005, giliran Abdul Azis Rantisi, pemimpin Hamas juga dihabisi
Israel dengan cara serupa. Pasca terbunuhnya Syekh Ahmad Yassin, Menteri Pertahanan Israel Saul Mofaz
berkata: “Akan kami bunuh semua pemimpin Hamas Palestina”. Mofaz tidak
menggubris seluruh protes terhadap aksi biadab Israel. Menurutnya, jika
ada reaksi terhadap itu, maka itu hanya bersifat sementara dan akan segera
dilupakan. Ketika itu, Gedung Putih pun hanya menyesalkan terbunuhnya Syekh
Yassin. “We are deeply troubled by this
morning's actions in Siapa yang teroris sebenarnya? Hamas adalah pemenang sah pemilu di Gaza. Tapi,
AS tidak mau mengakuinya. Hamas berjuang karena negaranya dijajah dan dirampas.
Hanya karena meluncurkan roket-roket yang memakan korban beberapa gelintir
warga Yahudi, maka Hamas dicap sebagai teroris. Sementara tentara AS dan Israel
yang telah membantai ribuan warga sipil Afghanistan dan Palestina diberi kedudukan
terhormat sebagai ”pemberantas” teroris. Karena mereka kuasa, dunia pun tidak
berdaya. Bahkan, negara-negara Islam yang bergelimang kekayaan pun tak berdaya.
Pemimpin-pemimpin Arab terus sibuk menggelar rapat dan merumuskan ”Resolusi”,
sementara di depan mata mereka warga Palestina dijadikan santapan peluru dan
anjing Yahudi. Logika Kekuatan! Jika para pemimpin dunia Islam masih percaya pada “logika kertas”, maka
Yahudi justru hanya percaya kepada logika kekuatan. Pada 29 April 2003, saat peringatan Holocaust, Ariel
Sharon berpidato: “The murder of six million Jews has demonstrated that the
Jewish people can only achieve security through strength.” Dengan mengenakan
peci khas Yahudi (kipa) Logika kekuatan ini memang banyak dianut oleh para tokoh Zionis. Salah
satunya, Vladimir Jabotinsky. Gideon Shimony, penulis buku The Zionist Ideology
(1995) menyebut Jabotinsky seorang Zioinis yang brilian, orator ulung,
yang tumbuh di komunitas Yahudi Rusia. Teori-teorinya banyak diaplikasikan
dalam gerakan Zionisme, terutama dalam penggunaan kekuatan dan segala cara yang
memungkinkan untuk mewujudkan impian Zionis, termasuk penggunaan
kekerasan. Ralph
Schoenman, dalam bukunya The Hidden Agenda of Zionism, juga banyak
mengungkap pemikiran Jabotinsky dalam mewujudkan impian Zionis. Bahkan,
kaum Zionis tidak tabu untuk bekerjasama dengan Nazi Jerman, kaum pembantai
Yahudi sendiri. Fakta-fakta kerjasama Nazi Jerman dengan gerakan Zionis untuk
menggiring orang Yahudi ke Palestina juga diungkap sejawaran Inggris, Faris
Glubb, melalui bukunya, Zionist Relations with Nazi Germany (1979). Sebagian Zionis juga bisa mencari legitimasi penggunaan kekerasan pada
sejarah nenek moyang mereka sebagaimana tertulis dalam Bibel: “Bersoraklah,
sebab Tuhan telah menyerahkan kota ini kepadamu. Dan kota itu dengan segala
isinya akan dikhususkan bagi Tuhan untuk dimusnahkan.” (Yosua, 6:16-17). Hanya
seorang pelacur dan seisi rumahnya yang diselamatkan. (Yosua 6:17). “Mereka
menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang dalam kota itu, baik laki-laki
maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, kuda, dan
keledai.” (Yosua, 6:21). Melihat track record perilaku kaum Yahudi Zionis selama ini,
sebenarnya, pembantaian ribuan warga Palestina di Gaza saat ini memang tidak
aneh. Zionis Yahudi memang haus darah. Mereka belum puas mencaplok wilayah
Palestina, membunuh dan mengusir jutaan penduduknya. Kini, kaum Zionis
mengerahkan anjing-anjing buas untuk memakan jenazah anak-anak Palestina! Kekalahan Israel Meskipun kebiadaban Israel begitu nyata, tetapi kita benar-benar
terbelalak, bahwa ada saja beberapa gelintir manusia di Indonesia yang masih
menaruh simpati kepada Israel dan mencerca kaum Muslim serta bangsa Arab. Usai berkunjung ke Israel,
seorang aktivis Islam Liberal menulis sebuah artikel berjudul ”Beberapa Catatan
dari Israel”. Berbeda dari manusia kebanyakan, dosen Universitas
Paramadina ini memberikan pembelaan yang luar biasa kepada Israel. Ia menulis: “Orang-orang Israel akan membela setiap jengkal tanah yang mereka sulap
dari bumi yang tandus menjadi sepotong surga. Bahwa mereka punya alasan historis
untuk melakukan itu, itu adalah hal lain. Pembangunan bangsa, seperti kata
Benedict Anderson, tak banyak terkait dengan masa silam, ia lebih banyak
terkait dengan kesadaran untuk menyatukan sebuah komunitas. Bangsa Yahudi,
lewat doktrin Zionisme, telah melakukan itu dengan baik. Melihat indahnya Tel
Aviv, teman saya dari Singapore membisiki saya: “Orang-orang Arab itu mau
enaknya saja. Mereka mau ambil itu Palestina, setelah disulap jadi sorga oleh
orang-orang Yahudi. Kenapa tak mereka buat saja di negeri mereka sendiri surga
seperti Tel Aviv ini?” Penulis artikel tersebut tampaknya tidak mampu lagi memandang kebiadaban
kaum Zionis Israel sejak 1948 yang telah melahirkan berbagai kecaman dunia
internasional. Betapa pun, fakta membuktikan, Pembantaian Gaza adalah sangat
memilukan bagi siapa saja yang masih memiliki hati nurani. Lebih dari 1.300
warga Gaza – sebagian besarnya adalah wanita dan anak-anak meninggal dunia. Sekitar
5.000 orang lainnya mengalami luka-luka. Tapi, pengorbanan ribuan warga
Palestina itu pasti tidaklah sia-sia. Semoga mereka semua tercatat sebagai
syuhada di sisi Allah SWT. Pelajaran yang sangat penting dari Pembantaian Gaza adalah munculnya
kesadaran umat Islam khususnya dan umat manusia pada umumnya akan kenyataan
bahwa kaum Zionis Israel memang nyata-nyata biadab. Belum pernah kita
menyaksikan kesadaran yang begitu luas dan merata semacam ini. Selama ini, kaum
Muslim banyak membaca sifat-sifat dan watak jahat kaum Yahudi yang digambarkan
dalam berbagai ayat al-Quran. Tetapi, kini, gambaran al-Quran itu begitu nyata
terlihat. Anak-anak kecil pun kini sangat paham akan kejahatan dan kekejian
Israel. Begitu mudah sekarang menunjukkan kepada anak-anak kecil, bagaimana
biadabnya kaum Yahudi ini. Sebab, mereka sendiri dapat menyaksikan tubuh
anak-anak Palestina terkoyak-koyak diterjang peluru dan rudal-rudal
Israel. Sejak Kongres Zionis pertama, tahun 1897, kaum Yahudi berhasil mencitrakan dirinya
sebegai “David” yang kecil dan lemah dikeroyok oleh raksasa “Goliath”. Yahudi
berhasil membangun opini dunia, bahwa mereka adalah bangsa tertindas yang
pantas dikasihani dan diberikan hak untuk membentuk duatu negara. Tapi, setelah
kasus Gaza ini, simpati dunia untuk kaum Zionis sudah musnah. Inilah kekalahan
terbesar dari kaum Zionis Israel. Begitu buruknya citra Israel di mata dunia
saat ini. Padahal, opini,
kata Alfin Toffler, adalah “the highest quality of power”. Karena itulah, kaum
Yahudi selama ini sangat menguasai aspek penting ini. Upaya "Saya lebih
dapat menerima adanya kesepakatan yang adil dengan orang-orang Arab, atas dasar
hidup bersama dalam kedamaian, daripada harus membentuk sebuah negara Yahudi.
Terlepas dari pertimbangan- pertimbangan praktis, kesadaran saya akan esensi
Judaisme menolak gagasan sebuah negara Yahudi, dengan garis perbatasan,
angkatan bersenjata, dan sebuah tindakan temporal yang berlandaskan kekuatan,
bukan kerendahhatian. Saya takut akan terjadi kehancuran Yudaisme dari dalam,
terutama akibat tumbuhnya nasionalisme sempit di kalangan kita sendiri. (Roger
Garaudy, Israel dan Praktek-praktek Zionisme, (Bandung: Pustaka, 1988), hal.
69). Apakah ini
tanda-tanda bahwa kaum Zionis ditulis oleh: Adian
Husaini (Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia/Dosen di pasca sarjana Pusat
Studi Timur Tengah dan Islam—Universitas |
|
| Terakhir Diperbaharui ( Saturday, 31 January 2009 ) |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|
| Modul Kuliah |
| Akuntansi |
| Latihan Dasar Akuntansi |
| Manajemen |
| Ekonomi |
| Forum Diskusi |
| Belajar Berbisnis |