| Apa Itu Cacar Air ..? |
|
|
|
| Ditulis Oleh: Administrator | |
| Wednesday, 28 January 2009 | |
Cacar
air (varisela atau chickenpox) adalah penyakit akut yang disebabkan oleh virus
varisela zoster. Penyakit ini hanya bisa muncul sekali seumur hidup jika
kekebalannya terbentuk penuh. Penyakit ini bisa menghinggapi siapa saja, baik
laki-laki atau perempuan, dewasa maupun kanak-kanak dan tidak mengenal musim. Perlu diwaspadai jika penyakit
ini menyerang ibu yang sedang hamil. Ibu hamil termasuk dalam kelompok orang dewasa yang rentan terhadap
penyakit ini, apabila di masa mudanya belum pernah mengalaminya. Bagi ibu hamil
dengan usia kehamilan 1 hingga 3 bulan, memang bisa terjadi komplikasi terhadap
janin bayi, seperti keguguran, kelahiran mati atau bayi terkena sindrom
congenital varicella (infeksi pada janin kuartal pertama kehamilan) yang cukup
berbahaya baik bagi sang janin maupun si ibu. Namun memang prevalensi ibu hamil
penderita cacar air yang mendapat komplikasi ini masih rendah (sekitar 2 dari
100 kasus). Apa Itu Cacar Air
Penyebabnya adalah virus varicella-zoster. Virus ini ditularkan melalui
percikan ludah penderita atau melalui benda-benda yang terkontaminasi oleh
cairan dari lepuhan kulit. Penderita bisa menularkan penyakitnya, mulai dari timbulnya gejala sampai
lepuhan yang terakhir telah mengering. Untuk mencegah penularan, sebaiknya
penderita diisolasi (diasingkan). Jika seseorang pernah menderita cacar air, maka dia akan memiliki kekebalan
dan tidak akan menderita cacar air lagi. Tetapi virusnya bisa tetap tertidur di
dalam tubuh manusia, lalu kadang menjadi aktif kembali dan menyebabkan herpes
zoster. Gejala Gejalanya mulai timbul dalam waktu 10-21 hari setelah terinfeksi. Pada
anak-anak yang berusia diatas 10 tahun, gejala awalnya berupa sakit kepala,
demam sedang dan rasa tidak enak badan. Gejala tersebut biasanya tidak
ditemukan pada anak-anak yang lebih muda, gejala pada dewasa biasanya lebih
berat. 24-36 jam setelah timbulnya gejala awal, muncul bintik-bintik merah datar
(makula). Kemudian bintik tersebut menonjol (papula), membentuk lepuhan berisi
cairan (vesikel) yang terasa gatal, yang akhirnya akan mengering. Proses ini
memakan waktu selama 6-8 jam. selanjutnya akan terbentuk bintik-bintik dan
lepuhan yang baru. Pada hari kelima, biasanya sudah tidak terbentuk lagi lepuhan yang baru,
seluruh lepuhan akan mengering pada hari keenam dan menghilang dalam waktu
kurang dari 20 hari. Cacar air jarang menyebabkan pembentukan jaringan parut. Kalaupun ada, hanya berupa
lekukan kecil di sekitar mata. Luka cacar air bisa terinfeksi akibat garukan
dan biasanya disebabkan oleh stafilokokus. Anak-anak, biasanya sembuh dari cacar air tanpa masalah. Tetapi pada orang
dewasa maupun penderita gangguan sistem kekebalan, infeksi ini bisa berat atau
bahkan berakibat fatal. Adapun komplikasi yang bisa ditemukan pada cacar air adalah : · pneumonia karena virus · peradangan jantung · peradangan sendi · peradangan hati · infeksi bakteri (erisipelas, pioderma, impetigo bulosa) · ensefalitis (infeksi otak). Pengobatan Untuk mengurangi rasa gatal dan mencegah penggarukan, sebaiknya kulit
dikompres dingin. Bisa juga dioleskan lotion kalamin, antihistamin atau lainnya
yang mengandung mentol atau fenol. Untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi bakteri, sebaiknya : · kulit dicuci sesering mungkin dengan air dan sabun · menjaga kebersihan tangan · kuku dipotong pendek · pakaian tetap kering dan bersih. Jika terjadi infeksi bakteri, diberikan antibiotik. Jika kasusnya berat,
bisa diberikan obat anti-virus asiklovir. Untuk menurunkan demam, sebaiknya gunakan asetaminofen, jangan aspirin.
Obat anti-virus boleh diberikan kepada anak yang berusia lebih dari 2 tahun.
Asiklovir biasanya diberikan kepada remaja, karena pada remaja penyakit ini
lebih berat. Asikloir bisa mengurangi beratnya penyakit jika diberikan dalam
wakatu 24 jam setelah munculnya ruam yang pertama. Obat anti-virus lainnya
adalah vidarabin. Pencegahan Untuk mencegah cacar air diberikan suatu vaksin. Kepada orang yang belum
pernah mendapatkan vaksinasi cacar air dan memiliki resiko tinggi mengalami
komplikasi (misalnya penderita gangguan sistem kekebalan), bisa diberikan
immunoglobulin zoster atau immunoglobulin varicella-zoster. Vaksin varisela
biasanya diberikan kepada anak yang berusia 12-18 bulan. (berbagai sumber/Ijs) |
| < Sebelum |
|---|
| Modul Kuliah |
| Akuntansi |
| Latihan Dasar Akuntansi |
| Manajemen |
| Ekonomi |
| Forum Diskusi |
| Belajar Berbisnis |