| Apakah Gempa Bumi Itu..? |
|
|
|
| Ditulis Oleh: Administrator | |
| Wednesday, 28 January 2009 | |
Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, gempabumi adalah
berguncangnya bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan
aktif aktivitas gunungapi atau runtuhan batuan. Kekuatan gempabumi akibat
aktivitas gunungapi dan runtuhan batuan relatif kecil sehingga kita akan
memusatkan pembahasan pada gempabumi akibat tumbukan antar lempeng bumi dan
patahan aktif. Indonesia sering mengalami gempabumi dan bukanlah hal yang baru. Hal ini
terjadi karena Indonesia terletak pada pertemuan 3 lempeng utama dunia yaitu
lempeng Australia, Eurasia dan Pasifik, di sekitar Sulawes. Lempeng Eurasia dan
Australia bertumbukan di lepas pantai barat Pulau Sumatera, lepas pantai
selatan Pulau Jawa, lepas pantai selatan Kepulauan Nusa Tenggara, dan berbelok
ke arah utara ke perairan Maluku sebelah selatan. Lempeng Australia dan Pasifik
bertumbukan di sekitar Pulau Papua. 25 Wilayah Rawan Gempabumi Karena pertemuan 3 lempeng itulah, beberapa wilayah di Indonesia merupakan
wilayah yang rawan gempabumi, seperti Aceh, Sumatera Utara (Simeulue), Sumatera
Barat - Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten Pandeglang, Jawa Barat, Bantar Kawung,
Yogyakarta, Lasem, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kepulauan Aru, Sulawesi Selatan,
Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sangir Talaud, Maluku
Utara, Maluku Selatan, Kepala Burung-Papua Utara, Jayapura, Nabire, Wamena, dan
Kalimantan Timur. Beberapa hal penting yang perlu diketahui sebelum terjadi gempa bumi adalah
pastikan struktur dan letak rumah terhindar dari bahaya yang disebabkan
gempabumi semisal longsor, kenali lingkungan tempat bekerja dan tinggal,
memperhatikan letak pintu, lift serta tangga darurat, sehingga bila terjadi
gempabumi, sudah mengetahui tempat paling aman untuk berlindung. - Jika anda berada dalam bangunan 1. Lindungi kepala dan badan anda dari reruntuhan bangunan (dengan bersembunyi
dibawah meja dll). 2. Mencari tempat yang paling aman dari reruntuhan goncangan. 3. Berlari keluar
apabila masih dapat dilakukan. - Jika berada diluar bangunan atau
area terbuka 1. Menghindari dari bangunan yang ada di sekitar anda (seperti gedung, tiang
listrik, pohon dll). 2. Perhatikan tempat
anda berpijak hindari apabila terjadi rekahan tanah. - Jika anda sedang mengendarai
mobil 1. Keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau
kebakaran. 2. Perhatikan tempat
anda berpijak hindari apabila terjadi rekahan tanah. - Jika anda
tinggal atau berada di pantai, jauhi pantai untuk menghindari terjadinya
Tsunami. - Jika anda
tinggal didaerah pegunungan, apabila terjadi gempa bumi hindari daerah yang
mungkin terjadi longsoran. Sesudah terjadi gempa bumi - Jika anda berada dalam bangunan. 1. Keluar dari
bangunan tesebut dengan tertib. 2. Jangan menggunakan
tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa. 3. Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K. 4. Telpon/minta
pertolongan apabila terjadi luka parah pada anda atau sekitar anda 5. Periksa lingkungan
sekitar anda - Periksa apabila
terjadi kebakan. - Periksa apabila
terjadi kebocoran gas. - Periksa apabila
terjadi arus pendek. - Periksa aliran dan
pipa air. - Periksa segala hal
yang dapat membahayakan (mematikan listrik, tidak menyalakan api dll) - Jangan
masuk kebangunan yang sudah terjadi gempa, karena kemungkian masih terdapat
reruntuhan. - Jangan
berjalan disekitar daerah gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada. - Mendengarkan
informasi mengenai gempa dari radio (apabila terjadi gempa susulan). (berbagai sumber/Ijs) |
| < Sebelum |
|---|
| Modul Kuliah |
| Akuntansi |
| Latihan Dasar Akuntansi |
| Manajemen |
| Ekonomi |
| Forum Diskusi |
| Belajar Berbisnis |