| Bekal Pernikahan |
|
|
|
| Ditulis Oleh: M. Abdullah | |
| Wednesday, 17 December 2008 | |
Ibarat sekuntum bunga
yang sedang mekar atau bahkan telah mekar dan matang dalam waktu yang sudah
cukup lama, adanya kecenderungan untuk disentuh oleh si kumbang jantan yang
menawan dan memberikan sari madunya adalah adalah salah satu fitrah yang lumrah
dirasakan oleh dirasakan oleh seorang gadis. Sayangnya, saat ini banyak sekali
dan semakin banyak kumbang-kumbang jantan yang hanya mengobral rayuan gombal,
kata-kata picisan, hanya menggoda, bahkan hanya ingin menghisap sari madu dari
sang gadis saja, setelah dapat ia terbang dan menghilang entah kemana. Sedikit
sekali kumbang-kumbang jantan yang bersedia berjuang untuk membawa sang gadis
dengan jalan yang diridhoi oleh Allah swt, yaitu sebuah jalan pernikahan.Pernikahan merupakan sebuah
ikatan suci, maka sudah sepatutnyalah setiap langkah untuk mencapainya pun
harus dilakukan dengan cara yang suci. Manakala seorang gadis telah merasakan
kerinduan akan seorang pendamping hidup, artinya secara sadar maupun tidak ia
telah melangkahkan kakinya pada salah satu jalan yang akan menghantarkan
pikiran dan hatinya pada sebuah mahligai pernikahan. Untuk itu, hendaknya ia
senantiasa berjaga dengan kuat dan berhati-hati dalam setiap langkah. Jangan
sampai ada noda yang tercecer dan mengotori jalan yang suci ini hingga tiba
saat yang dinanti-nanti, yaitu ketika Allah meridhoi dan mewujudkan sebuah
pernikahan indah dan suci yang selama ini didambakan. Memang, penantian tidaklah membutuhkan tenaga yang ekstra besar. Namun,
sebagian besar manusia pun mengakui bahwa penantian adalah salah satu
pekerjaan yang sangat melelahkan. Terlebih lagi penantian untuk sebuah
pernikahan, ini merupakan sebuah penantian besar yang sangat melelahkan. Karena,
dalam penantian inilah syaithon-syaithon dalam bentuk nafsu dan syahwat
senantiasa menghampiri. Manakala seorang gadis tengah berada dalam lelahnya
sebuah penantian, maka pada saat itulah syaithon-syaithon sedang menatapnya sebagai
sebuah sarapan pagi yang lezat dan siap untuk disantap. Oleh karena itu,
seorang muslimah hendaknya benar-benar mengerti hal-hal yang sebaiknya ia
lakukan dalam masa penantiannya. Dengan demikian, penantiannya untuk sebuah
pernikahan yang indah dan suci tidak akan sia-sia, dan Allah akan memberikannya
seorang pendamping Robbani dalam pernikahan yang telah menjadi impian. Pernikahan adalah awal dari sebuah kehidupan dan perjalanan hidup yang
baru. Idealnya, perjalanan panjang hendaknya disertai dengan bekal yang benar
dan cukup. Demikian pula dengan pernikahan, membutuhkan bekal yang tidak
sedikit dan sembarangan. Berikut ini adalah langkah-langkah yang sepatutnya
dilakukan dan diistiqomahkan oleh seorang muslimah dalam penantiannya untuk
menuju sebuah pernikahan yang diridhoi oleh Allah swt. Langkah-langkah inilah
yang insya Allah akan menjadi bekal untuk berlayar di atas lautan dan gelombang
kehidupan dengan ombak dan badai yang selalu mengintai. Langkah-langkah inilah
yang akan menjadi kompas dan bahan bakar untuk perahu pernikahan. 1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah Menantikan seorang lelaki sholih yang akan meminang dan menyandingnya dalam
sakralnya pernikahan memang akan memancing datangnya berbagai bentuk godaan. Untuk
itulah, seorang muslimah hendaknya terus meningkatkan kualitas dan kuantitas
ibadahnya (baik ibadah fardhu maupun sunnah) untuk lebih mendekatkan diri
kepada Allah swt. Insya Allah, dengan peningkatan ibadah ini Allah akan
memberikan kekuatan dan pertolongannya untuk menghadapi godaan-godaan yang
mencoba untuk menggoyahkan dan memikatnya. 2. Istiqomah dalam doa dan tawakal Sesungguhnya, segala sesuatu yang terjadi maupun yang tidak terjadi adalah
hanya atas kehendak Allah swt semata. Rizki, maut, dan juga jodoh, itu semua
berada dalam genggaman Allah swt, tidak akan ada yang mampu merubahnya kecuali
Dia. Dan sebagai manusia, yang diwajibkan hanyalah berusaha dan berdoa dengan
sebaik-baiknya. Kemudian bertakwakallah kepada-Nya, serahkan dan percayakan
segala keputusan final hanya kepada-Nya. Janganlah pesimis dan berburuk sangka
kepada Allah, karena Allah akan mengikuti persangkaan hamba-Nya. “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan
sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqoroh: 153) Istiqomahlah dalam berdoa agar diberikan pendamping hidup yang sholeh, dan
dikaruniakan sebuah pernikahan yang barokah sehingga membawa kebahagiaan dan
keselamatan di dunia dan akhirat. Yakinlah bahwa Allah lebih mengerti apa yang
terbaik untuk hamba-Nya. Dan yakinlah, bahwa Allah hanya akan memberikan yang
terbaik kepada hamba-Nya. 3. Mempersiapkan diri Meskipun dinanti-nanti, namun pernikahan bukanlah hal sepele yang dapat
dicapai dan dijalani dengan sembarangan atau asal mau saja. Ketika seorang wanita
telah memasuki pintu pernikahan, maka secara otomatis kewajibannya pun telah
bertambah (demikian pula halnya dengan laki-laki). Maka dari itu, hendaknya
seorang muslimah senantiasa mempersiapkan dirinya sebelum seorang pangerang
yang diutus oleh Allah swt datang untuk menjemput dan membawanya menuju istana
pernikahan yang sakral. Teruslah membekali diri dengan ilmu, khususnya ilmu agama, dan terutama
ilmu agama yang berkaitan dengan masalah kerumah tanggaan. Selain itu, seorang
muslimah juga harus membekali dirinya dengan keterampilan berumah tangga. Dan
bekal yang terakhir adalah mempersiapkan diri untuk menjadi seorang isteri
sholihah yang taat dan senantiasa menyenangkan hati suami. Saudariku, pernikahan adalah dambaan bagi setiap insan, tidak terkecuali
seorang muslimah. Dan menunggu pangeran sholih yang akan menjemputnya menuju
mahligai pernikahan yang sakral, bukanlah perjuangan yang ringan. Gelisah, gundah, tanda
tanya, harap, cemas, semua membaur menjadi satu. Namun, sekali lagi pernikahan
bukanlah ikatan yang dapat dijalin dengan “mau” saja. Untuk menuju pernikahan
yang barokah, dibutuhkan bekal-bekal yang benar dan cukup. Jangan sampai kita
kehabisan bahan bakar ataupun perbekalan ketikan sedang menyelami lautan pernikahan.
Terlebih lagi menyelami lautan pernikahan tanpa membawa bekal, anda akan
kelaparan dan kehausan. Jangan sampai anda melupakan peta dan kompas manakala
hendak menjelajahi belantara pernikahan. Saudariku, rindukanlah sebuah pernikahan sakinah, mawaddah, warrohmah. Rindukanlah
seorang pendamping hidup yang akan membawa ikatan pernikahan mulia di dunia dan
akhirat. Dan tidaklah sebuah pernikahan akan sakinah, mawaddah, warrohmah,
melainkan dengan kita memperjuangkannya di jalan yang diridhoi oleh Allah,
melainkan kita masuki pintu pernikahan tersebut dengan menyebut asma Allah. Dan
tidaklah senuah pernikahan akan sakinah, mawaddah, warrohmah, kecuali kita
menjalankannya dengan bekal yang cukup, dengan bekal yang benar. Allah, adalah
pangkal tolak dan arah melangkah kita dalam menanti dan mengemudikan sebuah
pernikahan. Pernikahan yang barokah adalah pernikahan yang dilandasi dengan nilai-nilai
iman dan takwa. Hanya pernikahan yang barokahlah yang akan memberikan kebagiaan
dunia dan akhirat. Pernikahan dibawah naungan islam, pernikahan dibawah naungan
Allah adalah pernikahan yang menjadi dambaan orang-orang yang beriman dan
bertakwa kepada Allah. Tiga langkah di atas merupakan secuil ikhtiar yang jika
direalisasikan dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan keistiqomahan, insya
Allah akan menjaga diri kita dari godaan-godaan yang menerpa manakala berada
disebuah jalan menuju pernikahan. Dan insya Allah akan menjadi bekal yang sangat bermanfaat
dalam mengaruhi bahtera pernikahan kelak. |
|
| Terakhir Diperbaharui ( Wednesday, 17 December 2008 ) |
| < Sebelum | Berikut > |
|---|
| Modul Kuliah |
| Akuntansi |
| Latihan Dasar Akuntansi |
| Manajemen |
| Ekonomi |
| Forum Diskusi |
| Belajar Berbisnis |