|
Hidup kita adalah sepertihalnya matahari, kadang
diatas kadang dibawah. Namun apapun kondisi hidup yang sedang dialami,
sikap hidup harus tetap positif. Dalam bahasa agama, harus tetap
istiqomah, ikhlas dan istikhlas.
Menurut kajian psikologi, dalam proses kehidupan
sehari-hari, untuk mendapatkan sikap hidup yang positif maka harus
memahami sepuluh racun yang menggerogoti jiwa kita sehingga kita tidak
mudah terombang ambing dalam kehidupan ini. Setelah memahami racunnya,
pahami pula antibodi alias obatnya sehingga racun tersebut dapat
dihindari pengaruhnya.
-
Racun pertama : Menghindar.
-
Gejalanya, lari dari kenyataan, mengabaikan tanggung
jawab, padahal dengan melarikan diri dari kenyataan kita hanya akan
mendapatkan kebahagiaan semu yang berlangsung sesaat.
-
Antibodinya : Realitas
-
Cara : Berhentilah menipu diri. Jangan terlalu
serius dalam menghadapi masalah karena rumah sakit jiwa sudah dipenuhi
pasien yang selalu mengikuti kesedihannya dan merasa lingkungannya
menjadi sumber frustasi. Jadi, selesaikan setiap masalah yang dihadapi
secara tuntas dan yakinilah bahwa segala sesuatu yang terbaik selalu
harus diupayakan dengan keras.
-
Racun kedua : Ketakutan
-
Gejalanya, tidak yakin diri, tegang, cemas yang
antara lain bisa disebabkan kesulitan keuangan, konflik perkawinan,
kesulitan seksual.
-
Antibodinya : Keberanian
-
Cara : Hindari menjadi sosok yang bergantung pada
kecemasan. Ingatlah 99 persen hal yang kita cemaskan tidak pernah
terjadi. Keberanian adalah pertahanan diri paling ampuh. Gunakan
analisis intelektual dan carilah solusi masalah melalui sikap mental
yang benar. Kebenarian merupakan merupakan proses reedukasi. Jadi,
jangan segan mencari bantuan dari ahlinya, seperti psikiater atau
psikolog.
-
Racun ketiga : Egoistis
-
Gejalanya, Nyiyir, materialistis, agresif, lebih suka meminta daripada memberi.
-
Antibodinya : Bersikap sosial.
-
Cara : Jangan mengeksploitasi teman. Kebahagiaan
akan diperoleh apabila kita dapat menolong orang lain. Perlu diketahui
orang yang tidak mengharapkan apapun dari orang lain adalah orang yang
tidak pernah merasa dikecewakan.
-
Racun keempat : Stagnasi
-
Gejalanya berhenti satu fase, membuat diri kita merasa jenuh, bosan, dan tidak bahagia.
-
Antibodinya : Ambisi
-
Cara : Teruslah bertumbuh, artinya kita terus
berambisi di masa depan kita. kita kan menemukan kebahagiaan dalam
gairah saat meraih ambisi kita tersebut.
-
Racun kelima : Rasa rendah diri
-
Gejala : Kehilangan keyakinan diri dan kepercayaan diri serta merasa tidak memiliki kemampuan bersaing.
-
Antibodinya : Keyakinan diri.
-
Cara : Seseorang tidak akan menang bila sebelum
berperang yakin dirinya aka kalah. Bila kita yakin akan kemampuan kita,
sebenarnya kita sudah mendapatkan separuh dari target yang ingin kita
raih. Jadi, sukses berawal pada saat kita yakin bahwa kita mampu
mencapainya.
-
Racun keenam : Narsistik
-
Gejala : Kompleks superioritas, terlampau sombong, kebanggaan diri palsu.
-
Antibodinya : Rendah hati.
-
Cara : Orang yang sombong akan dengan mudah
kehilangan teman, karena tanpa kehadiran teman, kita tidak akan
bahagia. Hindari sikap sok tahu. Dengan rendah hati, kita akan dengan
sendirinya mau mendengar orang lain sehingga peluang 50 persen sukses
sudah kita raih.
-
Racun ketujuh : Mengasihani diri
-
Gejala : Kebiasaan menarik perhatian, suasana yang dominan, murung, menghunjam diri, merasa menjadi orang termalang di dunia.
-
Antibodinya : Sublimasi
-
Cara : Jangan membuat diri menjadi neurotik, terpaku
pada diri sendiri. Lupakan masalah diri dan hindari untuk berperilaku
sentimentil dan terobsesi terhadap ketergantungan kepada orang lain.
-
Racun kedelapan : Sikap bermalas-malasan
-
Gejala : Apatis, jenuh berlanjut, melamun, dan menghabiskan waktu dengan cara tidak produktif, merasa kesepian.
-
Antibodinya : Kerja
-
Cara : Buatlah diri kita untuk selalu mengikuti
jadwal kerja yang sudah kita rencanakan sebelumnya dengan cara aktif
bekerja. Hindari kecenderungan untuk membuat keberadaaan kita menjadi
tidak berarti dan mengeluh tanpa henti.
-
Racun kesembilan : Sikap tidak toleran
-
Gejala : Pikiran picik, kebencian rasial yang picik, angkuh, antagonisme terhadap agama tertentu, prasangka religius.
-
Antibodinya : Kontrol diri
-
Cara : Tenangkan emosi kita melalui seni mengontrol
diri. Amati mereka secara intelektual. Tingkatkan kadar toleransi kita.
Ingat bahwa dunia diciptakan dan tercipta dari keberagaman kultur dan
agama.
-
Racun kesepuluh : Kebencian
-
Gejala : Keinginan balas dendam, k ejam, bengis.
-
Antibodinya : Cinta kasih
-
Cara : Hilangkan rasa benci. Belajar memaafkan dan
melupakan. Kebencian merupakan salah satu emosi negatif yang menjadi
dasar dari rasa ketidakbahagiaan. Orang yang memiliki rasa benci
biasanya juga membenci dirinya sendiri karena membenci orang lain.
Satu-satunya yang dapat melenyapkan rasa benci adalah cinta. Cinta
kasih merupakan kekuatan hakiki yang dapat dimiliki setiap orang.
Source : http://sac.its.ac.id/artikel/?id=20 Kompas [ Psikologi by Sawitri Supardi Sadarjoen, Psikolog] Edited by : Bagus
|