Jangan Pernah Kalah!!! PDF Print E-mail
Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 
Ditulis Oleh: Administrator   
Wednesday, 10 December 2008
Saudaraku,

ImageSuatu ketika, mungkin kita pernah berfikir, betapa keras dan beratnya perjalanan hidup ini. Saat hati kita seolah tak mampu lagi menahan beban masalah. Saat kita merasa lunglai, lemah dan berat melangkahkan kaki, merasa tak kuat dan bingung menghadapi berbagai suasana hidup yang sulit dan berat. Ketika kita tak lagi mampu berdiri menopang beban berat yang harus dipikul. Tidak. Itu bukan tanda kelemahan yang patut disesali. Sebab manusia memang diciptakan dalam keadaan serba lemah. Tapi Allah berjanji tak akan menimpakan beban masalah kepada seseorang, diatas batas kemampuan orang tersebut untuk memikulnya


.
Tingkat cobaan iman itu tak ubahnya dengan anak tangga yang bertingkat-tingkat. Tiap satu anak tangga dinaiki, datang dari bawah suatu pukulan hebat mengenai tubuh orang yang mendaki. Kalau tangan kuat bergantung, kalau kaki kuat berpijak, dan kalau akal pikiran tetap waspada, pukulan itu malah akan mendorong menaikkannya ke atas yang lebih tinggi. Tapi kalau tangan lemah, kaki tidak kuat, akal hilang, pikiran kusut, maka pukulan itu kan dapat merobohkan. Yang paling disayangkan , kalau robohnya todak hanya satu-dua buah anak tangga ke bawah, tapi jatuh ke anak demi anak tangga di bawah yang sangat banyak. Bahkan karena lemahnya seseorang sulit bangkit lagi.


Saudaraku, coba renungkan….

Memang ada orang pintar yang hidupnya miskin, orang bodoh yang hidupnya kaya raya, pembela kebenaran hidup terisolir, orang kafir mrmiliki harta benda, orang islam jadi penyapu jalanan.


Tapi, renungkan lagi saudaraku…

Nabi ya’qub harus kehilangan anaknya Yusuf yang sangat dicintainya. Bertahun kemudian hilang pula adiknya Bunyamin. Ketika anak yang kedua itu hilang, karena ditangkap oleh wakil raja Mesir yang sebenarnya adalah Yusuf sendiri, Ya’qub tetap tidak berputus asa berharap pada Allah. Dia hanya menerima kejadian itu dengan harapan yang lebih besar,
“semoga Allah mengembalikan anak2ku itu semuanya.” (Yusuf;83)
“ Sabarlah yang lebih baik, dan kepada Allah lah tempat meminta tolong.” (Yusuf;18)
lihat juga nabi Ibrahim. Cobaan apa yang melebihi cobaan yang menimpa kekasih Allah itu?imannya diuji dengan ujian yang beratnya tidak ada tandingnya. Diperintahkan untuk menyembelih anak kandung sendiri.
Mana yang lebih besar dari kita dengan penderitaan nabi Adam?. Bersenang2 dalam surga dengan isterinya, lalu diperintahkan untuk keluar. Isa Al-masih pun seperti itu. RAsulullah Muhammad lebih-lebih lagi.
Pernahkan mereka mengeluh? Tidak. Mereka yakin bahwa iman kepada Allah memang menghendaki perjuangan, pengorbanan sekaligus keteguhan hati. Mereka tidak terlalu menuntut kemenangan lahir, karena memang mereka selalu menang di alam bathin. Mereka memikul beban berat, menjadi Rasul Allah, memikul perintah Allah, dank arena itulah mereka tempuh kesulitan. Pertama, untuk membuktikan kecintaannya pada Allah, dan kedua, untuk menggembleng batinnya agar menjadi semakin kokoh.


Saudaraku,

Disitulah tersimpan kekuatan iman. Bukan pada sujud dan ruku’.
Sujud dan ruku’ hanya laksana dahan yang berasal dari batang keimanan. Dahan akan kurus, daun akan kering, bila batang tak memiliki akar tang kuat, kokoh dan tak mudah goyah diterpa angina dan badai. Dahan dan ranting sangat tergantung pada suplai makanan dari batang dan akar. Batang dan akar itulah substansi iman.


Saudaraku, sekali lagi…

Jangan pernah kalah oleh beratnya cobaan hidup. Tidak semua permintaan kita harus dikabulkan. Karena Allah lah yang lebih mengenal batin kita daripada kita sendiri. Teka-teki hidup ini sangat banyak. Jangan menyangka Allah lemah menolong hambaNya.


Saudaraku,

Lalu kapan dan bagaimana pertolongan dan bantuan Allah itu? Ibnu’Athaillah memberi pengarahan yang sangat bagus dalam hal ini.
“Tampilkan dengan sesungguhnya sifat kekuranganmu niscaya Allah menolongmu dengan sifat kesempurnaanNya. Bersungguh-sungguhlah dengan kehinaanmu, niscaya Ia menolongmu dengan kemuliaanNya. Bersungguh-sungguhlah dengan kehinaanmu, niscaya Ia menolongmu dengan kemuliaanNya. Bersungguh-sungguhlan dengan ketidak berdayaanmu, niscaya ia menolongmu dengan kekuasaanNya. Bersungguh-sungguhlah dengn kelemahanmu, niscaya Ia menolongmu dengan kekuatanNya.”

Pertolongan, dukungan, kemenangan Allah itu pasti. “Adalah hak bagi Kami menolong orang2 beriman.” (Ar Rum;47). Sedetik pun Allah tak pernah meninggalkan hambaNya yang beriman. Dan jika Ia berkehendak, tak ada yang dapat menghalangi turunnya pertolongan dan bantuanNya. Masalahnya hanya ada pada proses turunnya pertolongan dan bantuan itu. Karenanya sekali lagi, jangan pernah kalah oleh cobaan.

Terakhir Diperbaharui ( Wednesday, 10 December 2008 )
 
< Sebelum   Berikut >
 
 

Kirim Berita/Artikel ?

Mau kirim artikel/berita?
Siapa saja boleh mengirim warta atau artikel yang informatif
Silakahkan login terlebih dahulu..
Klik YOUR BLOG di user menu
Tunggu apa lagi? Mari berbagi informasi
pada sesama..
Caranya gampang...di USER MENU, klik YOUR BLOG, lalu di menu yang muncul..klik CREATE BLOG..isikan judul(title), lalu pilih kategori yg sesuai..
Gampang kali..lagiiie...
Buat my dear students..yang ingin ngirim tugas..caranya : login terlebih dahulu...di User Menu pilih kategori KIRIM TUGAS...