Trend
belajar jarak jauh, yang juga sering disebut E-Learning. Sudah mulai
menyebar di Jerman. Fasilitas E-Learning pertama didirikan 6 tahun lalu
di negara bagian Bayern, yaitu Virtuelle Universitas Bayern, VHB. Di
Jerman sendiri, Universitas Virtual ini belum dikenal secara luas oleh
masyarakat umum. Hanya kalangan pelajar dan mahasiswa yang sudah
terbiasa dengan fasilitas E-Learning, atau belajar secara virtual.
Kata
„virtual“ mempunyai arti sesuatu yang tidak nyata atau sesuatu yang
dalam kenyataannya tidak ada. Memang, Universitas Virtual Bayer VHB
tidak dapat dilihat secara nyata. Tidak ada gedung universitas besar
dan ruang-ruang kuliah. Tapi, Paul Rühl, Direktur VHB menerangkan, yang penting bukan gedung universitas, melainkan mahasiswa yang belajar.
Paul Rühl:
„Yang nyata adalah penggunanya. Mereka kebanyakan kalangan mahasiswa
dari lembaga-lembaga pendidikan yang jadi anggota perguruan tinggi
kami.“
Universitas
Virtual Bayern VHB merupakan kerjasama 36 Universitas dan Sekolah
Tinggi di negara bagian Bayern. Semua mahasiswa perguruan tinggi yang
jadi anggota dapat menggunakan layanan dan fasilitas VHB secara
cuma-cuma. Universitas Virtual Bayern tidak berfungsi seperti
universitas terbuka yang menawarkan program studi jarak jauh dan
mengirim makalahnya melalui pos. Universitas Virtual Bayern merupakan
sarana pendukung untuk program studi di universitas tradisional.
Bagaimana universitas ini berfungsi?
Terutama
melalui kuliah maya. Itu berarti kuliah yang berlangsung di aula
disiarkan lewat internet dan makalahnya disediakan di situs. Selain itu
pengajaran tambahan dengan mentor juga ditawarkan lewat internet. Cara belajar ini disebut: tele mentor. Direktur VHB Paul Rühl menerangkan:
Paul Rühl:
"Di bawah bimbingan tele mentor, kelompok kecil yang beranggotakan
mahasiswa dari berbagai tempat bertemu di kelas virtual. Misalnya
mereka bersama-sama mengerjakan tugas seminar, memberikan presentasi
lewat internet, lalu berdiskusi. Di akhir kelas tersebut mereka juga
mendapatkan nilai, persis seperti mengikuti kuliah seminar di perguruan
tinggi biasa.“
Lalu,
bagaimana dengan ujian dalam program belajar virtual? Apa bisa
dilakukan secara jarak jauh lewat internet? Bagaimana menjamin bahwa
ujian benar-benar dilakukan oleh mahasiswa sesuai dengan syarat-syarat
ujian? Dalam beberapa mata kuliah, ujian lewat internet tidak jadi
besar, jika dimaksudkan sebagai ujian awal. Tapi
untuk ujian akhir dan ujian negara, tetap harus dilakukan secara
tradisional. Artinya, mahasiswa harus hadir di ruangan ujian.
Untuk
ujian jarak jauh, bisa dilakukan dengan sarana konferensi video. Cara
dan prosedurnya cukup rumit. Sebenarnya, tanpa pengawasan video pun,
penguji dapat mendeteksi, apakah peserta ujian jujur dalam mengerjakan
tugas-tugas yang diajukan. Direktur Universitas Virtual Bayern VHB,
Pauh Rühl menjelaskan:
Paul Rühl: „Ada mekanisme biometri yang dapat dideteksi. Saya
misalnya bisa mendata dan mengenali kembali kecepatan dan irama
mengetik seseorang, diantara jutaan orang lain yang mengetik.“
Keuntungan
dari bentuk kuliah maya adalah semakin banyak mahasiswa yang berasal
dari berbagai latar belakang sosial atau keluarga dapat mengikuti
perkuliahan. Mereka tidak harus hadir di satu ruangan. Rektor VHB Godehard Ruppert menerangkan:
Godehard Ruppert: „Kuliah
maya menguntungkan karena orang tidak perlu menyadiakan waktu khusus
untuk hadir di dalam kelas. Orang dapat mengatur waktu sendiri untuk
belajar.“
Program
belajar yang ditawarkan Universitas Virtual Bayern VHB sangat beragam:
dari jurusan teknik informatik, teknik mesin, kedokteran, keguruan
sampai ilmu hukum. Orang yang tertarik mengikuti perkuliahan maya ini
tidak perlu terdaftar sebagai mahasiswa di 36 perguruan tinggi anggota
VHB. Mereka cukup mendaftar di situs VHB membayar 35 Euro per kredit
semester, dengan jumlah minimal kredit dua jam per minggu untuk satu
semester. Hanya saja, jika ingin mendapatkan sertifikat atau nilai dari
perkuliahan, peserta kuliah harus mengikuti ujian wajib hadir. Jadi
untuk hal ini, berlaku prosedur ujian tradisional.
Bukan hanya para mahasiswa yang menarik keuntungan program kuliah maya. Banyak keuntungan lain dari Universitas Virtual seperti pertukaran dan kerjasama antara dosen dari berbagai universitas. Professor Arndt Bode, wakil rektor Universitas Virtual Bayern menjelaskan:
Arndt Bode: "Tidak
semua perguruan tinggi di Bayern menawarkan program studi yang cocok.
Sekarang, Fachhochschule di Deggendorf misalnya, dapat mengambil mata
kuliah di Fachhochschule München atau di sebuah universitas. Mahasiswa
dapat menggunakan kesempatan ini untuk mengambil mata kuliah dari
berbagai tempat secara paralel.“
Tawaran
ini dimanfaatkan secara maksimal. Di dalam semester musim dingin lalu
9000 mahasiswa di seluruh negara bagian bayern mengunakan 25.000 jatah
tempat di 167 mata kuliah. Walaupun minat awal pada Universitas Virtual
cukup tinggi, kekhawatiran semakin berkurangnya kontak sosial antar
mahasiswa tetap ada. Elvira Schulze mahasiswi keguruan, psikologi dan
sejarah seni merasa tidak kesepian melalui belajar lewat internet:
Elvira Schulze: „Tentu
saja tidak, saya dapat kontak yang cukup banyak dengan mahasiswa lain
dan juga meluangkan waktu dengan teman dan keluarga. Jadi orang tidak
akan kesepian melainkan akan lebih pintar.“