| Kerja Tanpa Kantor Siapa Takut |
|
|
|
| Ditulis Oleh: Dr. Onno W Purbo | |
| Thursday, 28 August 2008 | |
|
Mungkin
tidak pernah terbayangkan oleh sebagian besar orang tua kita bahwa pada
hari ini & kemungkinan besar dimasa mendatang bahwa bekerja tidak
identik dengan berkantor. Pada tempo doeloe, bekerja di kantoran
mungkin sangat bergengsi & menjadi kelas elit tersendiri pada
generasi eyang, tante, oom & para orang tua kita. Kalau kita
bekerja sendiri, di rumah - wah bisa repot urusan dengan mertua &
orang tua.
Di cap orang tak berguna lah, tidak terpakai dll … Sialnya,
pada hari ini, para orang tua tampaknya harus gigit jari & menerima
kenyataan bahwa justru semakin banyak & semakin bergengsi
pekerjaan-pekerjaan yang tidak mempunyai pekerjaan eh kantor. Mengapa?
Karena pada akhirnya yang di tuntut dari seorang profesional bukan
absensi kantor-nya melainkan target / hasil / pencapaian objektif.
Kecuali di lembaga pemerintahan, absensi tampaknya masih menjadi
paradigma berkarya - yah selamat bertugaslah untuk rekan PNS.
Mungkin
karena saya berada di dunia Internet, dalam banyak kesempatan saya
ketemu banyak profesional dengan mobilitas tinggi, kalaupun mempunyai
kantor sering kali meninggalkan kantor-nya - bahkan sangat lumrah jika
pekerjaannya dikerjakan di rumah atau sambil ngobrol & minum kopi
di café bersama mitra-mitra-nya. Leisure, hobby, kebebasan dan
mengerjakan apa yang mereka sukai sangat dominan di diri para
profesional tersebut. Bukan hal yang aneh jika kita melihat teman-teman
profesional ini seakan tidak terikat pada satu kantor yang tetap.
Pekerjaan kontrakan & servis yang mengandalkan profesionalitas
& keahlian yang sangat spesifik menjadi sangat dominan diantara
para profesional. Tampaknya, keahlian & kesukaan yang spesifik
menjadi andalan para profesional yang umumnya masih muda antara usia
27-40-an tahun.
Penghasilan jangan di tanya … minimal Rp. 5-10 juta merupakan gross monthly income paling buruk diantara profesional ini. Jelas jauh lebih baik daripada fresh graduate yang umumnya Rp. 750.000 / bulan itu. Memang masih sedikit para profesional yang bekerja betul-betul bebas & sangat mobile seperti ini, tapi kecenderungan ke arah itu sangat menonjol terutama di rekan-rekan muda usia sekitar 30-an. Menjadi terbaik adalah dambaan dalam suasana kompetisi yang sehat. Pengakuan dilakukan secara langsung oleh komunitas, bahkan bukan hal yang luar biasa jika terekspose oleh media massa - karena mereka memang terbaik tanpa mekanisme KKN murni kompetisi & fight. Laptop, palmtop, personal digital assistance (PDA), handphone menjadi peralatan yang sangat lumrah bagi para profesional tersebut. Yah minimal akses ke WARNET yang didukung dengan handphone menjadi ciri khas para rekan muda tersebut. Komunikasi yang intens menjadi ciri khas dari para profesional ini, e-mail traffic di berbagai mailing list yang diselingi oleh banyak berita SMS berseliweran di layar telepon genggam menjadi bagian integral kehidupan mereka. Bahkan sebagian besar berkas pekerjaan-pun banyak di kirim dalam bentuk attachment di e-mail. Memang kadang sebagian merupakan canda tawa diantara mereka, tapi itulah bagian dari ke akraban kehidupan di dunia tanpa batas yang banyak di nikmati terutama oleh profesional muda maupun mahasiswa / siswa. Pada tingkat yang lebih serius, jangan kaget jika di kereta api, ruang tunggu airport, pesawat terbang melihat para profesional asik men-tik keyboard Nokia 9230 atau bekerja secara online pada PDA / Palmtop Jornada-nya yang terkait dengan PCMCIA modem dengan built-in pesawat handphone. Unified messaging antara SMS, e-mail, FAX menjadi teknologi pemicu, teknologi unified messaging sudah sangat terasa saat ini - integrasi antara berita SMS ke e-mail ke FAX dapat menjadi saling terkait & sangat membantu para eksekutif & profesional mobile untuk bermanouver di dunia informasi. Yah itulah kantor mereka, itulah gaya bekerja mereka, gaya hidup sebagian profesional muda yang sangat mobile pada hari ini. Bukan mustahil jumlah mereka akan semakin banyak di masa mendatang. Investasi peralatan US$400-1000 menjadi ter-justified dengan gross income minimal mereka yang antara US$500-1000 / bulan. Kapankah anda mampu melakukan hal tersebut? Jelas bukan pada saat anda memiliki laptop, palmtop atau HP - hal tersebut akan terjadi dengan sendiri-nya pada saat anda memiliki skill keahlian yang sangat spesifik & diakui ke-profesionalisme-annya oleh komunitas. Umumnya bekas mahasiswa saya mampu mencapai tahapan tersebut dalam waktu 2-4 tahun, jika dipupuk dengan benar & baik di masa sekolah di perguruan tinggi & SMU. May force be with you ….
___________
Dr. Onno W Purbo -- Praktisi Teknologi Informasi. |
| < Sebelum |
|---|
| Modul Kuliah |
| Akuntansi |
| Latihan Dasar Akuntansi |
| Manajemen |
| Ekonomi |
| Forum Diskusi |
| Belajar Berbisnis |