Setiap manusia dalam perjalanan hidupnya selalu akan menjadi anggota dari
beberapa macam organisasi, seperti organisasi-organisasi sekolah, perkumpulan
olahraga, kelompok musik, militer ataupun organisasi perusahaan. Dalam tiap
organisasi mempunyai persamaan-persamaan dasar, walaupun dapat berbeda satu
dengan yang lain dalam beberapa hal. Persamaan dalam
tiap organisasi akan tercermin pada fungsi-fungsi manajerial yang dijalankan.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Manajer dapat
diklasifikasikan dengan dua cara : menurut tingkatan mereka dalam
organisasi-rendah, menengah dan tinggi - dan kegiatan-kegiatan organisasi untuk
mana mereka bertanggung jawab – manajer umum dan fungsional.
TINGKATAN MANAJEMEN Tingkatan manajemen dalam organisasi akan membagi manajer menjadi tiga
golongan yang berbeda :
1. Manajer Lini Pertama. Tingkatan paling
rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga
operasional, disebut manajemen lini / garis pertama (first line atau first
level). Para manajer ini sering disebut dengan kepala atau pimpinan
(leader), mandor (foremen), dan penyelia
(supervisors). Sebagai contoh adalah mandor dalam pabrik, kepala seksi yang
langsung membawahi tenaga pengetik dan pembukuan dalam kantor yang besar, dan
penyelia teknik dalam suatu departemen riset.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Dalam pembahasan
perkembangan teori manajemen mengenai sasaran, perlu diketahui terlebih dahulu
proses perkembangan teori-teori dan prinsip-prinsip manajemen yang akan memberi
landasan kuat bagi pemahaman perkembangan selanjutnya.
Dalam bab ini ada tiga aliran
pemikiran manajemen yang ada : aliran klasik
(yang akan dibagi menjadi dua aliran, manajemen
ilmiah dan teori organisasi klasik),
aliran hubungan manusiawi (sering
disebut aliran neoklasik), dan aliran manajemen
modern. Ada juga dua pendekatan manajemen yang
berkembang akhir-akhir ini yaitu: Pendekatan
sistem dan pendekatan kontingen
(contingency approach).
|
|
Selengkapnya...
|
|
Manajer
disamping harus memusatkan perhatiannya pada lingkungan internal organisasi,
juga harus menyadari pentingnya pengaruh lingkungan eksternal terhadap
organisasi yang dikelolanya. Manajer perlu mempertimbangkan unsure-unsur dan
kekuatan-kekuatan lingkungan eksternal dalam setiap kegiatannya. Manajer harus
mengidentifikasi, menganalisa, mengevaluasi, mendiagnosa dan bereaksi terhadap
kekuatan-kekuatan lingkungan, baik berupa kesempatan-kesempatan, resiko-resiko,
maupun ancaman-ancaman, yang mempunyai pengaruh pada operasi organisasi (perusahaan).
|
|
Selengkapnya...
|
|
I. PROSES
PERENCANAAN
Perencanaan adalah proses dasar dimana manajemen
memutuskan tujuan dan cara mencapainya ,perbedaan pelaksanan adalah hasil tipe
dan tingkat perencanaan yang berbeda pula. Perencanaan dalam organisasi adalah
esensial, karena dalam kenyataannya perencanaan memegang peranan lebih penting
dibanding fungsi-fungsi manajemen lainya.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelum 1 2 Berikut > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 9 dari 10 |